Misteri Dan Sejarah Pabrik Gula Cepiring
Hai sobat Lidah Jawa, kalian pasti tidak asing lagi kan dengan Pabrik Gula Cepiring yang terletak di kota Kendal..
Selain terkenal sebagai kota wisata dan kuliner, ternyata kota Kendal juga banyak memiliki bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Beberapa diantaranya yaitu bangunan bekas pabrik peninggalan zaman kolonial Belanda yang terkenal yaitu Pabrik Gula Cepiring.
Bangunan bersejarah di Kendal kini bukan hanya memiliki nilai sejarah, namun ternyata juga menyimpan sejuta cerita misteri.
Kali ini Lidah Jawa akan mengupas tuntas fakta seputar misteri dan sejarah Pabrik Gula Cepiring Kendal.
Berdasarkan cerita di masyarakat sudah menyebar luas cerita bekas Pabrik Gula Cepiring adalah salah satu tempat angker di kota Kendal. Beredar juga mitos Pabrik Gula Cepiring Kendal bahwa sampai sekarang ketika malam masih terdengar suara mesin-mesin pabrik yang bergemuruh dan suara orang sedang bekerja mengolah tebu menjadi gula seperti pada zaman dahulu ketika pabrik gula ini masih beroperasi.
Sebelum masuk ke cerita horor Pabrik Gula Cepiring yang lebih menyeramkan lagi. Maka Lidah Jawa akan membahas terlebih dahulu mengenai sejarah berdirinya Pabrik Gula Cepiring Kendal.
Sejarah Pabrik Gula Cepiring Kendal yaitu pertama kali didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1835 dengan nama Kendalsche Suiker Onderneming. Pada tahun 1954 Pabrik Gula Cepiring berhasil diambil alih oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan. Pada tahun 1998 Pabrik Gula Cepiring ditutup karena produksi gula terhalang oleh sulitnya mendapatkan bahan baku yaitu tanaman tebu. Akhirnya Pabrik Gula Cepiring harus berhenti memproduksi gula. Pada tahun 2004 terbentuk kerjasama bisnis atau joinventure antara Pt. Multi Manis Mandiri dengan Pt. Perkebunan Nusantara yang menghasilkan Pt. Industri Gula Nusantara. Akhirnya pada tahun 2008 setelah terbentuk perjanjian kerjasama tadi, pada tahun 2008 Pabrik Gula Cepiring direvitalisasi atau dipugar ulang sehingga pabrik bisa beroperasi lagi memproduksi gula. Pada tahun 2015 Pabrik Gula Cepiring Kendal akhirnya harus mengalami pailit kembali dan pabrik kembali bangkrut karena mengalami kesulitan masalah keuangan dan pada 9 oktober 2017 sampai sekarang Pabrik Gula Cepiring Kendal ditetapkan oleh pihak Pengadilan Niaga Semarang dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran hutang sementara.
Awal mula dibangun Pabrik Gula Cepiring ini adalah karena pada zaman dahulu Belanda sedang mengalami krisis ekonomi sehingga produksi gula di negara-negara jajahannya seperti Indonesia diperbanyak untuk menambah pemasukan kas negara Belanda.
Cerita angker Pabrik Gula Cepiring Kendal pernah dialami oleh seorang pekerja Pabrik Gula Cepiring yang mendapatkan shift malam. Pada waktu itu dia berangkat ke pabrik dan menunggu teman lain di luar pabrik. Namun saat menunggu, dia tertidur dan saat terbangun dia sudah di dalam area pabrik. Lalu dia keluar namun sampai 3 kali dia dipindah ke dalam pabrik terus-menerus.
Kisah mistis Pabrik Gula Cepiring juga tidak cuma disitu saja. Pernah ada pekerja pabrik pada saat malam hari dikejar-kejar oleh sosok babi bule yang kemudian berubah menjadi sosok bule seperti perawakan orang Belanda pada zaman dahulu kala.
Cerita seram Pabrik Gula Cepiring Selanjutnya, pernah ada seorang pekerja yang baru bekerja di Pabrik Gula Cepiring pada zaman dahulu pernah dibuat bingung oleh makhluk halus penunggu Pabrik Gula Cepiring, yaitu suasana seolah-olah keadaan pabrik dibuat ramai sama seperti dulu kala, namu sebenarnya pekerja tersebut hanya sendiri tidak ada siapa-siapa di pabrik gula tersebut.
Pernah juga dialami oleh seorang pekerja baru di Pabrik Gula Cepiring yang kebetulan dapat shift malam baru pertama kali. Nah, pada saat ingin bertanya pada satpam ternyata saat menoleh satpam tersebut tidak punya muka alias muka rata.
Selain di area bekas pabrik gula ternyata di bagian cerobong asap menara pabrik untuk pembuangan limbah di Pabrik Gula Cepiring juga menyimpan misteri, yaitu konon terdapat 2 ekor ular yang sangat besar dan mitos tersebut terbukti ketika tahun 2007 saat orang-orang sedang membersihkan cerobong, dan terdapat 2 ekor ular besar. Lalu dibawalah ular tersebut ke Semarang. Cerita angkernya Pabrik Gula Cepiring terakhir yaitu pernah ada seorang yang mengambil foto selfie di area, ditemukan ular besar yang dianggap warga sebagai ular siluman atau ular jadi-jadian. Ternyata setelah sampai rumah, fotonya tadi dilihat terdapat penampakan sosok kepala wanita besar.
Selain cerita mistis, Pabrik Gula Cepiring juga memiliki sebuah tradisi wajib yaitu tradisi wiwitan. Tradisi wiwitan ini adalah sebuah tradisi awal terwujud sebuah pasar rakyat atau lebih akrab dinamakan pasar malam yang diselenggarakan oleh pihak Pabrik Gula Cepiring untuk menandai awal atau permulaan proses penggilingan tebu di pabrik gula satu-satunya di kabupaten Kendal ini.
Prosesi wiwitan ini sendiri tergolong unik, dimana didahului dengan acara pawai dan arak-arakan penganten tebu berupa simbol 2 batang tebu yang didandani layaknya sepasang suami istri.
Biasanya melibatkan kesenian lokal seperti barongan, jaran eblek dan dawangan yang berada di baris depan mengawal seekor kerbau yang akan disembelih dan kemudian kepalanya ditanam di bawah lostin atau cerobong asap berukuran raksasa yang merupakan ikon kota Cepiring sejak zaman penjajahan Belanda. Setelah ritual penguburan kepala kerbau tersebut kemudian selama kurang lebih seminggu, masyarakat akan dihibur oleh sebuah event pasar malam yang meriah dan ramai untuk ukuran zaman itu.
Ambil sampel di tahun 1985-an, ketika penulis sampel masih duduk di bangku SD "Kami para bocah selalu menunggu adanya pasar rakyat ini. Di samping melihat kesenian barongan, kami selalu terpesona dengan sejumlah mitos yang ada di seputar pabrik gula itu, seperti sepasukan hantu tentara Belanda yang gentayangan di tengah malam menemui para pengunjung wiwitan, atau ceeita tentang hantu noni Belanda cantik di lokasi gedung besar yang konon sempat menjadi markas tentara Belanda dan bahkan hantu bule yang berpakaian compang-camping di bangunan SD Negeri 03 Cepiring yang dulunya adalah merupakan rumah sakit jiwa bagi orang Belanda yang tertekan karena perang dan sebab yang lain".
Itulah tadi sedikit cerita mengenai sejarah singkat Pabrik Gula Cepiring Kendal yang terkenal sebagai salah satu bekas pabrik gula paling angker di Indonesia. Bahkan dulu sempat dikunjungi oleh Mister Tukul Jalan-Jalan sebagai tempat uji nyali Dunia Lain. Namun tidak jadi karena para normal tidak berani, karena makhluk halus penunggu Pabrik Gula Cepiring memiliki energi negatif yang sangat kuat. Mempertimbangkan hal tersebut demi keamanan peserta uji nyali akhirnya uji nyali di Pabrik Gula Cepiring Kendal dibatalkan.
Terkenal akan keangkerannya maka pabrik yang terletak di pinggir jalan ini membuat orang-orang tidak berani lewat sendirian di area bekas Pabrik Gula Cepiring saat malam hari.
Berdasarkan penelusuran tim Lidah Jawa, salah satu pabrik tua peninggalan Belanda yang terkenal angker di Indonesia yaitu Pabrik Gula Cepiring Kendal, maka dapat ditarik sebuah fakta seputar Misteri Pabrik Gula Cepiring berikut ini sebagai pembuktian dari cerita misteri, cerita horor, cerita mistis, mitos di masyarakat dan penampakan hantu serta kejadian gaib yang tak kasat mata diperoleh fakta misteri bahwa memang Pabrik Gula di Cepiring Kendal adalah tempat yang angker, tempat yang banyak dihuni oleh makhluk halus seperti setan dan jin.
Itulah ulasan seputar salah satu misteri bekas pabrik tua yang angker di Indonesia yaitu Misteri Pabrik Gula Cepiring Kendal.
Mungkin dari cerita ini masih banyak kekurangan mengenai fakta seputar Pabrik Gula Cepiring. Silahkan anda tambahkan fakta misteri lainnya di kolom komentar.
Di lain kesempatan Lidah Jawa akan mengupas tuntas misteri pabrik gula angker lainnya.
Komentar
Posting Komentar